Tampilkan postingan dengan label Ajax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajax. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2015

keuntungan AJAX adalah:
  1. Penggunaan bandwidth: Karena konten HTML dari halaman web dilakukan oleh browser itu sendiri (menggunakan JavaScript yang merupakan bahasa pemrograman client-side), maka halaman web yang dibuat menggunakan AJAX dapat di-load relatif lebih cepat. Selain itu, karena tidak perlu adanya refresh untuk menampilkan data yang lebih barn, maka bandwidth yang diperlukan untuk menampilkan informasi melalui halaman web akan lebih sedikit dibandingkan jika tanpa menggunakan AJAX.
  2. Pemisahan antara data, format, style, dan fungsi: Keuntungan lain dari AJAX adalah pendekatan AJAX membuat programmer untuk memisahkan antara metode dan format yang digunakan untuk penyampaian informasi melalui web. Penyusun halaman web yang dipisahkan antara. lain:
  • Data mentah yang akan ditampilkan yang biasanya dibuat dalam format XML atau bisa juga diletakkan di database server-side.
  • Format atau struktur halaman web. Biasanya dibuat menggunakan HTML atau XHTML yang kemudian diolah menggunakan Dynamic Manipulation di DOM.
  • Elemen style halaman web. Bagian ini mendeskripsikan bagaimana tampilan halaman web, dari mulai font hingga metode penampilan gambar. Style ini biasanya di-embed ke halaman web atau direferensikan melalui file .css (cascading style sheet).
kerugian AJAX , seperti:
  1. Integrasi browser: Karena konten halaman menganut prinsip asinkron, di mana data bisa di-update tanpa halaman di-refresh, maka perubahan tampilan tidak tercatat di bagian history dari browser. Jadi ketika Anda mengklik tombol Back, yang muncul bukan tampilan seperti sebelum mengeksekusi kode AJAX, namun malah halaman sebelumnya.
  2. Kekurangan lainnya adalah kesulitan bagi seorang user untuk melakukan bookmark/ favorite pada bagian tertentu dari halaman web.
  3. Waktu respon yang kemungkinan bisa membingungkan user yang tidak berpengalaman menggunakan aplikasi AJAX. Jika setting waktu respon tidak tepat, user bisa mengira halaman yang diaksesnya sedang hang.
  4. Search engine optimization: Karena konten di-generate menggunakan JavaScript, search engine tidak bisa mengindeksnya sehingga mengurangi efektivitas halaman ditinjau dari SEO.
  5. Terlalu mengandalkan JavaScript: AJAX menggunakan JavaScript, yang kadang diimplementasikan secara berbeda di berbagai browser atau verse tertentu dari sebuah browser. Karena. itu sering kale sebuah website yang mengandung JavaScript harus dites menggunakan berbagai jenis browser untuk memastikan tampilannya tidak ada yang salah, begitu juga dengan AJAX. Namun mengingat browser sekarang seperti Mozilla dan IE 7 menggunakan lapisan abstraksi semisal JavaScript Framework, maka kekurangan ini sepertinya bisa ditanggulangi di masa depan.
  6. Alat bantu pemrograman berupa IDE (integrated development environment) untuk JavaScript sangatlah jarang dan langka. Anda bisa menggunakan beberapa tool, seperti Firebug, IE Developer toolbar, dan Venkman.
  7. Termasuk kelemahan JavaScript adalah apabila user men-disable JavaScript di browser-nya, maka AJAX tidak akan bisa digunakan.
  8. Web analytics: Berbagai solusi web analytic biasanya memiliki anggapan bahwa sebuah halaman barn di-loading tiap kali konten di-update ke user. Mengingat AJAX mengubah para-digma seperti ini, maka programmer harus meng-atur peletakan kode web analytic sehingga proses tracking akan lebih baik.
Asynchronous JavaScript and XMLHTTP, atau disingkat AJaX, adalah suatu teknik pemrograman berbasis web untuk menciptakan aplikasi web interaktif. Tujuannya adalah untuk memindahkan sebagian besar interaksi pada komputer web surfer, melakukan pertukaran data dengan server di belakang layar, sehingga halaman web tidak harus dibaca ulang secara keseluruhan setiap kali seorang pengguna melakukan perubahan. Hal ini akan meningkatkan interaktivitas, kecepatan, dan usability. Ajax merupakan kombinasi dari:
  • DOM yang diakses dengan client side scripting language, seperti VBScript dan implementasi ECMAScript seperti JavaScript dan JScript, untuk menampilkan secara dinamis dan berinteraksi dengan informasi yang ditampilkan
  • Objek XMLHTTP dari Microsoft atau XMLHttpRequest yang lebih umum di implementasikan pada beberapa browser. Objek ini berguna sebagai kendaraan pertukaran data asinkronus dengan web server. Pada beberapa framework AJAX, element HTML IFrame lebih dipilih daripada XMLHTTP atau XMLHttpRequest untuk melakukan pertukaran data dengan web server.
  • XML umumnya digunakan sebagai dokumen transfer, walaupun format lain juga memungkinkan, seperti HTML, plain textXML dianjurkan dalam pemakaian teknik AJaX karena kemudahan akses penanganannya dengan memakai DOM
  • JSON dapat menjadi pilihan alternatif sebagai dokumen transfer, mengingat JSON adalah JavaScript itu sendiri sehingga penanganannya lebih mudah
Seperti halnya DHTMLLAMP, atau SPA, Ajax bukanlah teknologi spesifik, melainkan merupakan gabungan dari teknologi yang dipakai bersamaan. Bahkan, teknologi turunan/komposit yang berdasarkan Ajax, seperti AFLAX sudah mulai bermunculan.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/AJAX